Saya Memang Bukan Karyawan Tolong Jangan Hina

Sebuah pembicaraan mulai muncul di tengah kerumunan tetangga yang seolah-olah mencemooh dan menghina diriku karena aku tidak bekerja lagi sebagai karyawan.
Apa mereka pikir aku memang benar-benar jadi pengangguran atau apa aku pun tak tahu pasti.

Yang jelas aku cuek saja mendengar pembicaraan orang-orang.
Dalam hati aku berfikir kenapa sih mereka bilang begitu ke banyak orang hingga tersebar ke pelosok desa.
Memang kerjaku hanya serabutan saja, tapi ya mbok biarkan saja toh aku tidak minta ke mereka-mereka.

Lagian meskipun mereka berdua, suami istri kerja yo rumah saja masih kredit. Sepeda motor juga masih utang. Gitu ae kok dadi rame.
Harusnya kalau pikiran waras, suami istri kerja semua ya kudune wis sugih nduwe sembarang barang.
Jangan hina diriku yang hanya kerja serabutan mas, mbak.

Saya beritahu, sesama muslim adalah saudara, kalau mereka memang menganggapku sebagai saudara seagama, ya mbok aku dicarikan kerja kan persoalan bisa menjadi lebih baik tersolusikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s